Image

Private Sub Cmd1_Click()

Text1.SetFocus

Text1 = “”

Text2 = “”

Text3 = “”

End Sub

Private Sub Cmd2_Click()

Unload Me

End Sub

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

Text2.SetFocus

End If

End Sub

Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

Text3.SetFocus

Text3.Text = Val(Text1.Text) * Val(Text2.Text)

End If

End Sub

Image

Private Sub Cmd1_Click()

Text3.Text = Val(Text1.Text) * Val(Text2.Text)

End Sub

 

Private Sub Cmd2_Click()

Text1.SetFocus

Text1 = “”

Text2 = “”

Text3 = “”

End Sub

 

Private Sub Cmd3_Click()

Unload Me

End Sub

 

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

Text2.SetFocus

End If

End Sub

Image

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

Text2.SetFocus

End If

End Sub

Private Sub Cmd6_Click()

Text1.SetFocus

Text1 = “”

Text2 = “”

End Sub

 

Private Sub Cmd7_Click()

Text1.SetFocus

Text1 = “”

Text2 = “”

End Sub

 

Private Sub Cmd8_Click()

Unload Me

End Sub

Image

Private Sub Cmd1_Click()

 

Text3.Text = Val(Text1.Text) + Val(Text2.Text)

Text4.Text = Val(Text1.Text) – Val(Text2.Text)

Text5.Text = Val(Text1.Text) / Val(Text2.Text)

Text6.Text = Val(Text1.Text) * Val(Text2.Text)

End Sub

Private Sub Cmd6_Click()

Text1.SetFocus

Text1 = “”

Text2 = “”

Text3 = “”

Text4 = “”

Text5 = “”

Text6 = “”

 

End Sub

 

Private Sub Cmd7_Click()

Text1.SetFocus

Text1 = “”

Text2 = “”

Text3 = “”

Text4 = “”

Text5 = “”

Text6 = “”

End Sub

 

Private Sub Cmd8_Click()

Unload Me

End Sub

Iklan

tugas vb

Image

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii  =  13 Then

Text1.SetFocus

End If

End Sub

 

Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii  =  13 Then

Text2.SetFocus

End If

End Sub

 

Private Sub Command1_Click()

textnpm.SetFocus

textnpm  =  ” “

textnama  =  ” “

textalamat  =  ” “

textnama.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Command2_Click()

textnama.SetFocus

textnpm  =  ” “

textnama  =  ” “

textalamat  =  ” “

textalamat.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Command3_Click()

Unload Me

End Sub

TUGAS VB

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii  =  13 Then

Text1.SetFocus

End If

End Sub

 

Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii  =  13 Then

Text2.SetFocus

End If

End Sub

 

Private Sub Command1_Click()

textnpm.SetFocus

textnpm  =  ” “

textnama  =  ” “

textalamat  =  ” “

textnama.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Command2_Click()

textnama.SetFocus

textnpm  =  ” “

textnama  =  ” “

textalamat  =  ” “

textalamat.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Command3_Click()

Unload Me

End Sub

Jose Mujica dari Uruguay, Presiden ‘Termiskin’ di Dunia

Image

Montevideo – Tak banyak para pemimpin di dunia ini yang bersedia memilih bergaya hidup sederhana. Salah satu dari yang tak banyak itu adalah Presiden Uruguay, Jose Mujica (77). Kendati mengambil gaji sebagai presiden, namun dia menyumbangkan 90 persen gajinya untuk beramal. Ini membuatnya dijuluki ‘Presiden Termiskin di Dunia’.

Jose Alberto Mujica Cordano, demikian nama lengkapnya, menjadi Presiden Uruguay sejak tahun 2010. Sebelumnya, mantan gerilyawan sayap kiri ini menjadi Menteri Pertanian, Peternakan dan Perikanan dari tahun 2005-2008, kemudian menjadi Senator.

Gaya hidup sederhananya menjadi sorotan dan perhatian dunia. Gaji Mujica sebagai presiden per bulan adalah US$ 12 ribu atau Rp 116 juta. Mujica mengambilnya, namun menyumbangkan 90-an persen penghasilannya untuk beramal kepada warga yang miskin dan membutuhkan. Mujica hanya menyisakan US$ 800 atau Rp 7,7 juta gajinya, nyaris seperti rata-rata pendapatan per kapita Uruguay, US$ 775 atau Rp 7,5 juta, demikian dilansir dari New York Times dan BBC.

Nah, gaya hidup seperti apa yang Mujica lakoni dari gaji yang disisakan ‘hanya’ US$ 800 per bulan di Uruguay?

Mujica tinggal di rumah peternakan milik istrinya di pinggiran Montevideo. Alih-alih seperti Istana, rumah peternakan ini bisa dibilang bertipe ‘RSS’ alias rumah sangat-sangat sederhana. Cucian tampak tergantung di luar rumahnya, tampak sumur di halaman rumahnya yang ditumbuhi rumput liar. Dari sumur itu sumber air rumah tangga Mujica terpenuhi.

Jangan bayangkan pula ada sekompi Paspampres berjaga ketat. Rumah Mujica hanya dijaga 2 orang polisi serta beberapa anjing milik Mujica, salah satunya Manuela yang berkaki tiga. Jangan bayangkan pula ada kepala pelayan atau kepala rumah tangga yang bisa melayani dan memasak apa saja seperti layaknya rumah kepala negara.

Mujica dan istrinya bekerja sendiri memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk menggarap tanah pertanian mereka dengan bercocok tanam bunga krisan untuk dijual. Maklum, profesi asli Mujica adalah petani.

Pada tahun 2010, saat menjadi presiden, Mujica wajib melaporkan harta kekayaannya, semacam Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di Indonesia. Ternyata, diketahui kekayaannya berjumlah US$ 1.800 atau Rp 17,4 juta, itu pun ‘hanya’ nilai dari mobil VW Kodok lawas tahun 1987 miliknya.

Tahun 2012, Mujica menambahkan aset-aset milik istrinya, Lucia Topolansky, yang juga mantan gerilyawati yang sekarang menjadi Senator. Penambahan aset itu berupa tanah, traktor dan rumah hingga kekayaannya menjadi US$ 215 ribu atau Rp 208 juta.

Kekayaan ini hanya dua per tiga dari kekayaan wakilnya Danilo Astori dan sepertiga kekayaan presiden sebelumnya Tabare Vasquez.

“Saya mungkin terlihat sebagai manusia tua yang eksentrik. Namun ini adalah pilihan bebas. Saya telah hidup seperti ini di sebagian besar hidup saya. Saya bisa hidup dengan baik dengan apa yang sudah saya punya,” kata Mujica seperti dilansir dari BBC.

Saat menjadi gerilyawan, Mujica memang akrab dengan lingkungan yang keras, tertembak 6 kali dan dipenjara 14 tahun. Sebagai tahanan politik, dia kemudian dibebaskan pada 1985. Tempaan hidup yang keras ini membantu membentuk pandangan dan cara hidupnya.

“Saya dijuluki ‘presiden termiskin’, tapi saya tidak merasa miskin. Orang miskin itu adalah mereka yang hanya bekerja untuk memenuhi gaya hidup yang mahal, dan selalu ingin lebih dan lebih. Ini hanyalah masalah kebebasan, jika Anda tak memiliki banyak keinginan, Anda tak perlu bekerja seumur hidup seperti budak untuk memenuhinya. Dan dengan begitu Anda memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri,” tutur Mujica.

Mujica juga seorang vegetarian, dan dia sangat mendukung kebijakan penggunaan energi terbarukan seperti tenaga angin dan biomassa. Namun ada juga kebijakannya yang kontroversial seperti legalisasi ganja dan aborsi.

Di balik kebijakannya yang kontroversial itu, sekali lagi Mujica menegaskan bahwa gaya hidup seperti ini adalah pilihan hidupnya. “Ini adalah suatu pilihan bebas,” tutur pria kelahiran 20 Mei 1935 ini.

Wapres Venezuela Sebut Penyakit Kanker Chavez Akibat Plot Imperialis

Mendiang Hugo Chavez bersama kedua putrinya, Rosa & Maria (Reuters)

Caracas – Presiden Venezuela Hugo Chavez tutup usia setelah kondisinya semakin memburuk akibat penyakit kanker pelvis yang dideritanya selama 2 tahun terakhir. Muncul rumor bahwa penyakit kanker yang menyerang Chavez merupakan konspirasi imperialis.

Hal tersebut dilontarkan oleh Wakil Presiden (Wapres) Venezuela Nicolas Maduro beberapa saat sebelum menyampaikan kabar duka kepada rakyat Venezuela. Saat itu, Wapres Maduro tengah mengadakan pertemuan mendadak dengan pemimpin militer dan jajaran pemerintahan Venezuela di istana presiden.

Sebelum akhirnya dinyatakan wafat, kondisi kesehatan Chavez yang dirawat di rumah sakit militer di Caracas kian memburuk, terutama akibat mengalami infeksi pernapasan yang parah. Wapres Maduro yang disebut-sebut sebagai kandidat terkuat pengganti Chavez, mencetuskan bahwa kondisi tersebut merupakan plot imperialis yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

“Kami yakin bahwa pemimpin Chavez diserang dengan penyakit ini,” tutur Wapres Maduro seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (6/3/2013).

Tudingan yang sama pernah dilontarkan oleh Chavez ketika masih menjalani perawatan di Kuba. Saat itu Chavez menyebut bahwa kanker yang dideritanya merupakan serangan dari musuh ‘imperialis’-nya yang tak lain adalah AS, yang tentunya bekerja sama dengan musuh-musuh domestiknya di Venezuela.

“Musuh bebuyutan kita selalu mencari cara untuk membahayakan kesehatannya (Chavez),” cetus Maduro sembari membandingkan dengan mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat, yang disebut-sebut tewas diracun oleh intelijen Israel pada tahun 2004 lalu.

Menyusul tudingan ini, Wapres Maduro mengumumkan pengusiran dua Atase Militer Angkatan Udara AS yang ada di Venezuela. Keduanya dituduh berkontribusi memperburuk kondisi kesehatan Chavez dan bersekongkol mendorong destabilisasi dalam negeri.

Wapres Maduro dan pejabat pemerintahan Venezuela lainnya juga bersikap sangat ofensif terhadap kelompok oposisi, yang sempat menuding pemerintah membohongi rakyat soal kondisi terkini Chavez. Mereka menyebut kelompok oposisi sebagai ‘fasis’ dan juga ‘konspirator’ yang bergembira atas penderitaan Chavez. Oposisi juga dicurigai tengah berkonspirasi menyusun aksi untuk mengacaukan situasi di Venezuela.

(nvc/ita)

Jokowi Cerita Soal Arti Kepemimpinan pada Calon Petinggi Polri

Jakarta – Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Joko Widodo jadi inspirasi bagi para anggota kepolisian. Maka tak heran, Jokowi pun didaulat jadi pembicara sekaligus motivator bagi para calon petinggi Polri di masa depan.

Acara ini digelar di Main Hall Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (5/2/2013). Hadir sebagai peserta puluhan siswa sekolah staf dan pimpinan tinggi Polri. Jokowi yang berkemeja putih jadi pembicara tunggal didampingi MC cantik Fifi Aleyda Yahya.

“Pak Jokowi, kalau nanti jadi presiden gimana?” tanya Fifi membuka acara.

Jokowi dengan gaya khasnya menjawab diplomatis. Saat ini, dia mengaku sedang pusing memikirkan banjir dan macet. Belum ada terlintas keinginan untuk maju sebagai presiden.

“Kita mau menyelesaikan masalah yang ada di hadapan, setelah itu akan muncul kepercayaan, kalau kepercayaan sudah muncul terhadap pemimpinnya, nanti gampang membangun apa pun,” jawab Jokowi.

Bagi Jokowi, kepercayaan masyarakat adalah hal utama. Percuma membuat kebijakan bila tak ada dukungan dari publik. Begitu pun anggota DPRD.

“Kalau masyarakat mendukung, Dewan juga makin mendukung, siapa pun pemimpin itu, saya kira titik akhirnya yang mampu mendekatkan harapan dan impian masyarakat dengan kenyataan,” terang Jokowi.

Hingga pukul 11.30 WIB, acara masih berlangsung antara Jokowi dan para siswa sekolah staf dan pimpinan tinggi Polri.